Jumat, 27 Mei 2011

Peranan Penting Orang Tua Siswa

Permintaan akan kebutuhan yang semakin kompleks menyebabkan sebagian orangtua kurang memberi perhatian pada anaknya.Mereka beranggapan bahwa pendidikan anaknya sudah cukup seluruhnya di serahkan pada guru di sekolah, guru privat atau Bimbingan Belajar.Padahal batas pendidikan di sekolah hanya sekitar 6 jam dan selebihnya anak berada pada lingkup pengawasan orangtua.Ia sudah cukup puas dan merasa kewajibannya terpenuhi hanya dengan menyekolahkan anak-anaknya tanpa perlu ikut serta dalam memperhatikan anaknya.Bukti dari keberadaan ini bisa kita lihat antara lain;
1.Anak datang ke sekolah dengan;
   a.berpakaian tidak rapi
   b.pakaian tidak menggunakan atribut sekolah
   c.berpakaian muslim tanpa jilbab
   d.rambut gaya artis (di cat, di obrak-abrik, di kerok)
   e.sepatu warna -warni
   f.kaus kaki berbelang-belang
   g.dll
2.Terlambat meski di antar oleh orangtua sendiri
3.Tas hanya berisi 1-2 buku
Mungkin sebagian orangtua menganggap itu sepele atau lumrah karena orangtuanya juga punya kelakuan yang sama, atau mungkin karena orangtua tidak tau aturan di sekolah, atau karena orangtua tidak mau tau.
Bukankah seharusnya orangtua menyempatkan diri untuk bertanya, "kok rambutmu sisirannya macam itu/" ketika melihat anaknya berangkat ke sekolah dengan rambut acak-acakan (ikut gaya).
Kepedulian orangtua sangat penting dalam proses pendidikan anak.Sebab bukan tidak mungkin anak melanggar aturan di karekan ke tidak mengertiannnya, atau karena antara guru dan orangtua tak punya kesepahaman.Ada juga kok orangtua yang menjadi penyebab anak suka melanggar aturan.Dia tidak setuju kalau sekolah itu rambut harus di sisir rapi.Ia bilang "orang guru kau ketinggalan jaman" gaya rambut saja kok mesti di atur, kurang kerjaan".Atau ada juga orangtua yg datang ke sekolah dengan celana pendek.Tentu guru akan mengalami kesulitan mendidik anak dari orangtua seperti ini.Contoh lain dalam pendidikan agama juga terjadi dan saya saksikan sendiri.Anda tentu tau Kotak Amal yg di letakkan di tengah jalan di depan Mesjid.Saya melihat seorang gadis kisaran usia 17 tahun dengan baju kaos putih ketat, lengan pendek dan celana pendek sekira hanya 15 cm jaraknya dengan CD berjalan menuju kotak amal dan menaruh uang sumbangannya.Sepintas saya geli, nih orang nyumbang tapi pakaiannya kok ?????????.Tapi setelah saya berlalu beberapa jauh saya kok malah kasihan.Terbayang dalam benak saya, teori Tabularasa,bahwa anak dilahirkan dalam keadaan putih seperti meja lilin, tergantung pada orang di sekitarnya mau memberi coretan apa.Pada dasarnya Gadis ini baik, hanya saja mungkin orangtuanya tak pernah memberi pelajaran agama sehingga ia hanya berbuat atas hati nurani tanpa memperhatikan dirinya ada yg salah atau tidak.Dan sebagai guru BK, hendaknya kita mengingatkan orangtua, bahwa ia punya peran penting dalam pendidikan anaknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar